Kamis, 16 Juni 2011

Kehilangan

“Kita tidak pernah sadar seberapa berartinya seseorang sebelum kita merasakan bagaimana kehilangan mereka.” Ya, gue setuju sama statement ini. Ini yang biasa di alamin oleh remaja jaman skrg yg baru aja merasakan rasa nya broken heart putus cinta putus hbungan dan sebagainya.

Mungkin di post ini gue akan kasih beberapa moral, tp sebelumnya gue akan bercerita tentang soib gue yg yaa sebut aja Rara (Maaf nama disamarin hehe). Rara baru aja ngalamin yg nama nya putus cinta, ya lebih tepat nya di putusin. Pada saat itu, dia ngerasa down banget. Dan yang pasti broken heart. Mungkin ini karena Rara tipikal cewek yang gak mudah jatuh cinta. Tanpa Rara sadari, disaat ia terpuruk, ada orang yg ngasih semngat dan care terus sama dia. Yaitu, kakak. Kakak yg bukan sekandung tetapi selalu ada buat dia.

Lama kelamaan, senyum lebar pun terpancar dari wajah Rara. Yap, itu karena dukungan dari sang “kakak-kakakan”. Si kakak yg mampu membuat Rara terpuruk dari masa lalu. Setelah Rara kembali seperti semula, banyak hal yg ia rasakan dgn si kakak. Mereka hampir setiap hari selalu bercanda walaupun hanya
via chat. Mereka pun sering sekali berperilaku romantis satu sama lain, tetapi hnya sebatas kakak dan adik. Mereka pun sesekali meluangkan waktu bersama di mall, dan bercerita tentang banyak hal, agar mereka lebih mengenal satu sama lain.

Tapi lama kelamaan sang kakak berubah, ya yang pasti Rara sangat merasakan perubahan itu. Tapi ia selalu pendam pendam dan pendam. Karena ia takut kehilangan si kakak. Gaada angin gaada hujan tiba-tiba si kakak bercerita tentang seorang cewek. Dan…tentu Rara merasa ‘cemburu’. Karena semenjak si kakak mempunyai ‘gebetan’, perhatian nya kepada Rara Luntur. Berubah dan menjadi Kakak yg bukan Rara kenal.

Oleh karena itu, muncul  lah pikiran yang tidak terkontrol pada Rara “Emang cuman lo doang yg bisa pnya gebetan? Gue jg bisa kali.” (Ya, pikiran sprti ini muncul pada saat ego kita sedang tinggi, dan karena rasa tidak mau kalah) Rara pun menaruh perasaan kepada seorang cowok yang baru saja ia kenal. Padahal Rara belum sama sekali mengenal lebih jauh tentang si cowok itu. Dengan pede nya, ia bercerita tentang si cowok itu kepada si kakak.

Ya waktu terus berjalan, gak kerasa hbungan kakak adekan mereka udah berjalan 2 bulan. Ya pasti Rara merasa bahagia dan senang. Apalagi pada saat itu, si kakak mendadak menjadi romantis. Tetapi hari-hari setelah
anniv itu menjadi buruk. Si kakak mendadak jutek cuek dan seperti tidak peduli. 2x Rara menyapa nya, tetapi tidak dibalas. Rara pun khawatir, ia meminta tolong kpd temannya untuk menghubungi si kakak. Akhirnya Rara pun tau kenapa si kakak menjadi seperti itu.

Lama kelamaan hbungan mereka menjadi renggang, dan seminggu setelah anniv, sang kakak memutuskan hbungan kakak adekan nya. Kejadian yg sama pun terulang kembali, Rara menjadi down dan sedih. Ia merasa kehilangan sosok seorang kakak yg selalu menghibur nya disaat bosan, seorang kakak yg selalu memberi perhatian nya kepada si adik. Dan sekarang rara hnya bisa menunggu, kesempatan kedua:’)

Pelajaran yg bisa dipetik:
Jangan mengambil keputusan sebelum memikirkan akibat dari keputusan itu. Karena kalau kalian tidak memikirkan nya secara matang, penyesalan pun menunggu -_-
ya seperti biasa, penyesalan selalu datang terakhir. Yap mngkin kejebak macet *maaf abaikan

“Jangan tinggalkan orang yang kamu syg demi org yg kamu suka, karena org yg kamu suka akan meninggalkan mu demi org yg mereka syg” yap bisa diliat dari cerita diatas, klo Rara membohongi hati nya. Ia memang naksir kepada si cowok yg baru ia kenal, tetapi ia sayang kepada si kakak melebihi si cowok itu.

Jadi jagalan apa yg sudah kalian miliki, Jangan membuat tindakan tnpa memikirkan akibat dari semua itu.  God Bless you all
J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar